Surat Kepada Pemimpin Bahrain

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya.

Rasulullah s.a.w. mengirim juga sepucuk surat kepada Mundzir Taimi. Pemimpin Bahrain. Surat itu dibawa oleh ‘Ala ibn Hadrami. Surat aslinya telah hilang. Ketika surat itu tiba di tangan Pemimpin itu, ia beriman dan membalas surat Rasulullah s.a.w. dengan pernyataan bahwa ia dan beberapa sahabat serta pengikutnya telah mengambil keputusan untuk masuk Islam. Dikatakannya juga bahwa ada beberapa orang Yahudi dan Majusi tinggal di daerahnya. Apakah yang harus diperbuat olehnya dengan mereka? Rasulullah s.a.w. mengirimkan lagi sepucuk surat kepada Pemimpin itu demikian:

Aku gembira atas kesediaan anda menerima Islam. Kewajiban anda ialah taat kepada delegasi-delegasi dan utusan-utusan yang akan kukirimkan kepada anda. Siapa taat kepada mereka, ia taat kepadaku. Utusanku yang menyampaikan suratku kepada anda, memuji-muji anda dan menyatakan kepadaku kelurusan agama anda. Aku telah mendoa kepada Tuhan untuk kaum anda. Maka berusahalah untuk mengajarkan kepada mereka cara-cara dan amalan-amalan Islam. Lindungi harta benda mereka. Janganlah mereka dibiarkan beristrikan 1ebih dari empat.
Dosa-dosa yang lampau telah dimaafkan. Selama anda baik dan saleh, anda akan terus-menerus memerintah kaum anda. Mengenai orang-orang Yahudi dan Majusi, mereka hanya diwajibkan membayar pajak, maka janganlah diminta dari mereka lebih dari pada itu. Mengenai rakyat jelata, mereka yang tak punya tanah yang cukup untuk kehidupan mereka, hendaknya diberi empat dirham seorang dan sedikit pakaian untuk mereka pakai (Zurqani dan Khamis).

Rasulullah s.a.w. berkirim surat juga kepada Raja Uman, Pemimpin suku Yamama, Raja Ghassan, Pemimpin suku Nahd, suatu suku Yaman, Pemimpin suku Hamdan, suku lain lagi dari Yaman.Pemimpin suku Bani Alim dan Pemimpin suku Hadhrami. Kebanyakan dari mereka masuk Islam.

Surat-surat itu menunjukkan betapa sempurnanya keimanan Rasulullah s.a.w. kepada Tuhan. Pula, dari awal sudah jelas bahwa Rasulullah s.a.w. yakin telah diutus oleh Tuhan bukan kepada kaum atau wilayah tertentu, tetapi untuk semua bangsa di seluruh dunia. Benar surat-surat itu diterima oleh si alamat dengan cara bermacam-macam.
Beberapa diantaranya segera menerima Islam. Beberapa lainnya memperlakukan surat-surat itu dengan penghargaan, meski tidak menerima Islam. Lainnya lagi menyambutnya dengan penghormatan yang biasa-biasa. Ada juga yang memperlihatkan penghinaan dan kesombongan. Akan tetapi, memang benar pula, dan sejarah menjadi saksi atas kenyataan ini bahwa si penerima surat-surat itu, atau kaum mereka, mengalami nasib yang sesuai dengan perlakuan mereka terhadap surat itu.

0 Responses to “Surat Kepada Pemimpin Bahrain”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 215,909 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: