Rasulullah SAW: Sikap Terhadap Orang Yang Meninggal

Beliau memerintahkan tiap- tiap orang supaya membuat surat wasiat tentang cara menyelesaikan urusannya sesudah ia meninggal dunia sehingga pihak yang bersangkutan tidak akan begitu disusahkan sepeninggalnya. Beliau menetapkan bahwa orang tidak boleh membicarakan keburukan seseorang yang telah meninggal melainkan hendaknya menekankan pada kebaikan apa saja yang dimiliki almarhum, sebab tidak ada faedahnya menyebut -nyebut kelemahan atau kejahatan orang yang sudah meninggal.

Tetapi, dengan mengemukakan kebaikan-kebaikan almarhum orang akan cenderung mendoakan (Bukhari). Beliau menegaskan mengenai orang yang meninggal supaya utang-utangnya dibayar lunas sebelum ia dikuburkan. Beliau seringkali melunasi utang seseorang yang telah meninggal dari saku beliau sendiri, tetapi jika beliau tidak mampu berbuat seperti itu, beliau menganjurkan kepada para ahli waris dan sanak-saudara orang yang meninggal atau orang-orang lain untuk membereskan utang-utangnya dan beliau tidak mau mendirikan sembahyang jenazah untuk orang yang telah meninggal sebelum utang-utangnya diselesaikan.

0 Responses to “Rasulullah SAW: Sikap Terhadap Orang Yang Meninggal”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 215,909 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: