Undangan Terbuka Untuk Mempelajari Ajaran Ahmadiyah

hmga

Penulis Fariz Abdussalam

“Manusia hanya bisa berusaha (tadbir), tetapi Allah Ta’ala yang menentukan (takdir)”

Tadbir adalah segala usaha, manajemen, atau administrasi yang dilakukan untuk menyelesaikan urusan sampai akhir. Pendapat ini didukung oleh al-Sayyid al-Sharif ‘Ali al-Jurjani (w. 816 H) dalam kitabnya al-Ta’rif. Zaidi merumuskan kembali definisi tadbir sebagai: “pertimbangan seksama intelektual atas akibat (hasil) dari sebuah urusan, kemudian diikuti dengan implementasi jika akibat tersebut adalah baik-tepat atau penolakan jika hasil diperkirakan akan buruk.”

Bentuk kata kerja Tadbir yakni yudabbir diulangi dalam 4 ayat (10: 3, 31; 13: 2; 32: 5), salah satunya:

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. (QS. al-Sajdah : 5)”

Allah SWT mencontohkan bahwa tadbir adalah sesuatu yang teratur seperti urusan langit dan bumi. Di tempat lain Allah Ta’ala berkata “Kun, Fayakuun”. Dua ayat ini saling mendukung satu sama lain. Artinya jika Allah berkehendak (takdir) maka Allah akan mengatur (tadbir) segala sarana dan prasarana untuk menjadikan kehendakNya.

Inilah kenapa semua hal membutuhkan proses yang panjang. Kemenangan Rasulullah SAW adalah kehendak Allah (takdir), namun membutuhkan usaha yang teratur (tadbir) dari Hadrat Rasulullah SAW sendiri. Apakah Rasulullah SAW akan menang dalam Perang Badar jika beliau SAW tidak mempersiapkanya dengan baik?

Begitu juga dengan . Boleh saja seluruh manusia di bumi bersatu dengan tadbir untuk mengalahkan , namun usaha ini akan sia-sia. Kemenangan adalah kehendak Allah Ta’ala. Allah SWT berjanji dalam surah Al-Mujadalah ayat 21:

“Allah telah menetapkan: AKU dan Rasul-rasul-Ku pasti menang”.

 

Tadbir dari Pihak Kristen

Begitu besarnya usaha Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad untuk membuktikan kekeliruan ajaran Kristen menuhankan seorang manusia. Saya ingin mengutip kisah perdebatan beliau dengan pihak Kristen di buku  Buku Hadhrat Ahmad yang ditulis oleh Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad, putra Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad yang ditulis pada tahun 1916.

Pada tahun 1893 berlangsung debat terbuka antara Hadhrat Ahmad as. dengan Abdullah Atham yang mewakili pihak Kristen. Debat ini terjadi di Amritsar dan berlangsung selama 15 hari, sedangkan hasil debat ini dicetak dalam bentuk buku dengan judul Jangg-e-Muqaddas.

Perdebatan ini berlangsung secara tertulis. Kedua belah pihak duduk berhadapan satu sama lain dan menulis jawaban-jawabannya. Tulisan-tulisan itu yang kemudian dicetak dalam bentuk buku. Dampaknya, perdebatan tersebut dinilai sangat baik dan menyenangkan. Dalam perdebatan itu ternyata kadang-kadang pihak Kristen sama sekali tidak dapat menjawab argumentasi-argumentasi yang dipaparkan oleh Hadhrat Ahmad as. Bahkan, kadangkala mereka berputar lidah dan merubah pendirian mereka, serta menggunakan kata-kata kasar yang tidak pada tempatnya.

Hadhrat Ahmad as. telah mengemukakan suatu cara baru dalam ilmu kalaam, bahwa tiap pihak harus mengemukakan pendakwaan dan keterangan-keterangan tentang kebenaran agamanya dari kitab suci masing-masing. Dalam perdebatan itu, terjadi pula suatu kejadian aneh yang menggambarkan keunggulan dan kecerdasan Hadhrat Ahmad as.

Meskipun hal yang dibahas adalah lain, tetapi untuk menghinakan beliau pihak Kristen telah mengumpulkan orang-orang buta, pincang dan cacat yang dihadapkan kepada Hadhrat Ahmad as.

Pada saat berlangsung perdebatan, mereka mengatakan :

Jika betul Tuan sebagai Isa yang dijanjikan, cobalah Tuan sembuhkan orang-orang yang buta, pincang dan cacat ini. Sebab Isa yang dahulu dapat menyembuhkan orang-orang sakit semacam ini.”

Permintaan kaum nasrani tersebut sangat mengherankan para hadirin. Dan tiap mereka ingin mendengarkan jawaban dari Hadhrat Ahmad as. Mereka pun merasa gembira karena menganggap permintaan tersebut tidak akan dapat dijawab oleh Hadhrat Ahmad as. Tetap ketika beliau menjawab permintaan itu, maka segala kegembiraan mereka lenyap, berubah menjadi kekalahan. Semua orang merasa puas dan memuji jawaban yang jitu dari Hadhrat Ahmad. Beliau menerangkan :

Menyembuhkan orang-orang sakit semacam itu adalah tersebut di dalam Injil. Sedangkan kami tidak mempercayai hal-hal demikian. Menurut pendapat kami, mukjizat Nabi Isa as. terjadi di dalam cara dan bentuk yang lain. Injil menyatakan bahwa Nabi Isa as. dapat menyembuhkan penyakit-penyakit zahir dalam badan manusia hanya dengan mengusap-usapkan tangan saja, tanpa menggunakan obat-obatan serta doa. Begitu pun dalam Injil dinyatakan bahwa kalau kamu mempunyai iman walau sebesar biji sawi sekali pun, maka kamu akan dapat melakukan pekerjaan yang lebih ajaib dari ini. Orang-orang sakit semacam ini, bukanlah pihak Kristen yang harus menyodorkannya kepada kami. Justru kami lah yang harus menyodorkannya kepada orang-orang Kristen. Maka orang-orang sakit yang telah dikumpulkan ini, kami serahkan kembali kepada pihak Kristen, dengan mengatakan bahwa jika tuan-tuan memiliki keimanan sebedar biji sawi sekali pun, cobalah dengan hanya meletakkan tangan pada mereka sembuhkanlah orang-orang sakit ini. Jikalau orang-orang ini tetap sakit maka kami akan percaya bahwa Tuan-tuan tidak dapat membuktikan dan menyempurnakan pendirian yang kalian paparkan sendiri, lantas bagaimana mungkin kami akan dapat meyakini kebenaran Tuan-tuan?”

Jawaban Hadhrat Ahmad as ini sangat membingungkan kaum Kristiani dan mereka tidak dapat menjawab apa-apa lagi, serta mengalihkan pembicaraan kepada hal-hal lain.

 

Tadbir dari Para Ulama

Hadhrat Ahmad as adalah seseorang yang bersumpah untuk membuktikan keunggulan terhadap agama lain. Ulama besar India, Mohammad Husain Batalwi yang hidup sezaman dengannya memuji:

“Dengan ringkas dan tidak berlebih-lebihan, kami terangkan pemandangan kami tentang kitab ini (Barahin Ahmadiyah), bahwa melihat kepada keadaan yang ada pada masa sekarang, adalah kitab ini suatu kitab yang tidak ada bandingannya, dan belum ada contohnya di dalam Islam sampai sekarang. Dan pengarangnya pun adalah seorang yang selalu tetap memajukan Islam dengan pengorbanan jiwa, tulisan dan perkataan dengan perbuatan dan kenyataan. Orang semacam ini, di antara orang Islam yang dahulu-dahulu pun jarang di dapat contohnya”.(Isyaatus Sunnah)

Barahin Ahmadiyyah adalah kitab 5 seri yang ditulis oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as untuk membuktikan keunggulan Islam, Al Quran, dan Nabi Muhammad SAW diantara agama-agama lainnya. Tetapi setelah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi, Mohammad Husain Batalwi berubah. Ia berkata:

“Saya yang dahulu telah memajukan orang ini, maka saya lah sekarang yang akan menjatuhkannya. Yakni, dahulu karena pertolongan dan pujian dari saya lah orang ini mendapat kehormatan, dan sekarang saya akan menentangnya dengan gigih, sampai orang ini akan dibenci dan dihina orang-orang.”

Selain Husain Batalwi, ulama Pakistan dan India juga sepakat menghukumi kafir kepada Mirza Ghulam Ahmad. Apakah tadbir mereka berhasil? Sesuai kehendak Allah Taa’la, Islam Ahmadiyah tetap berdiri hingga Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad wafat.

Kemudian, para ulama dari berbagai negeri Islam lain yang terdiri dari 144 organisasi Islam dan yang tergabung dalam organisasi Rabithah Alam Islami dalam keputusannya di Mekkah al-Mukarromah pada tahun 1973 secara bulat (ijma’) juga menfatwakan Ahmadiyah kelompok yang kafir, keluar dari Islam. Apakah tadbir mereka untuk mengagalkan Islam Ahmadiyah berhasil? Sesuai kehendak Allah Taa’la, Islam Ahmadiyah tetap berdiri hingga di 209 negara, termasuk di Indonesia.

Tuan Rahmat Ali HAOT datang pertama kali ke Tapaktuan Aceh Barat dan tiba di sana pada tanggal 2 Oktober 1925 untuk menyebarkan Ahmadiyah di Indonesia. Di mana Tuan Rahmat Ali HAOT berpijak, maka disitulah para Ulama setempat berusaha mengagalkan usaha beliau. MUI pun memfatwakan Ahmadiyah di Indonesia adalah di luar Islam, sesat dan menyesatkan.  Apakah tadbir mereka mengagalkan Islam Ahmadiyah di Indonesia berhasil? Alhamdulillah, Islam Ahmadiyah di Indonesia akan berusia seabad pada tahun 2025.

Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as bersabda:

Aku datang selaku penebur benih, dan telah kusemaikan benih itu. Benih itu sekarang akan berkembang dan akan membesar, dan tiada seorang pun akan dapat mencegahnya.”

Tadbir dari Para Pembaca  

Sekarang, apakah tuan tertarik untuk menggagalkan Ahmadiyah? Daripada melakukan usaha yang sia-sia lebih baik tuan mengevaluasi sudah sejauh mana tuan mempelajari pemahaman Islam oleh Ahmadiyah.

Mungkin pembaca sudah mempelajarinya dari ustad tuan sendiri. Tuan lupa ketika dulu seorang pelajar/mahasiswa, apakah tuan belajar matematika dari guru olahraga? Apakah tuan belajar jaringan komputer dari dosen psikologi? Lantas mengapa tuan tidak belajar ke Ahmadiyah langsung?

Karena itu saya ingin mengundang seluruh lapisan masyarakat yang ada di Indonesia untuk datang ke masjid-masjid Ahmadiyah di sekitar anda untuk mempelajari sendiri dengan tadbir (teratur, tertib, bersungguh-sungguh) bahwa yang diajarkan Islam Ahmadiyah hanyalah kebenaran dari Al Quran, Sunnah dan Hadist.

Untuk kaum bapak, ibu, pemuda, pemudi, kami akan melayani kalian dengan baik karena Ahmadiyah punya organisasi sayap khusus untuk mereka. Untuk kaum mahasiwa, kalian bisa mendatangi Ahmadiyya Muslims Student Association (AMSA) di Indonesia. Dan untuk ustad/para ulama, pada ustad kami pun siap untuk saling bertukar ilmu.

Kepada tuan pembaca, sampaikan dan sebarkanlah undangan ini seluas-luasnya kepada adik, kakak, teman, saudara, rekan kerja, ibu, ayah, keponakan, cucu, cicit, dan bahkan sampai tujuh generasi keturunan tuan. Karena janji Allah Taa’la kepada Hadhrat Ahmad adalah:

 “Seorang Pemberi-Ingat datang di dunia, tapi dunia tidak menerimanya. Allah-lah yang akan menerimanya dan akan melahirkan kebenarannya dengan serangan-serangan hebat” (Victory of Islam.1981).Yakni Islam Ahmadiyah akan berdiri hingga Hari Kebangkitan nanti.

copas dari: http://rajapena.org/

0 Responses to “Undangan Terbuka Untuk Mempelajari Ajaran Ahmadiyah”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 255,352 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: