Nabi Ahmadiyah…!

Saya merasa sangat sedih, ketika masyarakat begitu mudahnya “terprovokasi”. Saya merenungkan, mengapa masyarakat begitu mudah percaya pada “kabar” yang beredar tanpa terlebih dahulu mengadakan “cek and recek”. Dan saya berkesimpulan bahwa tidak juga ini menjadi “kesalahan” masyarakat seutuhnya yaitu yang mudah terprovokasi dan tidak mau mengadakan recek pada sumber yang sebenarnya. Tetapi juga ini merupakan kesalahan “saya”, mengapa “saya” tidak mengklarifikasi kepada masyarakat perihal isu yang beredar ini.

Salah satu yang menjadi sumber “perselisihan” adalah masalah “kenabian”.

Di masyarakat beredar “pemahaman”, bahwa nabinya Jamaah Ahmadiyah bukanlah Nabi Muhammad saw, melainkan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. Dan mereka (Ahmadiyah) tidak meyakini Nabi Muhammad saw. sebagai nabi terakhir, tetapi Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad-lah sebagai nabi terakhir.

Apa bila kita melihat “pemahaman” tersebut, spontan saja pasti kita akan mengatakan “kalo keyakinannya kaya begini, pantes aja Jamaah Ahmadiyah difatwakan sesat..!”. Dan untuk “meluruskan” hal ini, saya akan mengutip perkataan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad :

“Manusia yang dalam wujud, perilaku dan sifat-sifatnya serta yang suci telah memberikan contoh kesempurnaan dalam ketulusan dan keteguhan, dan dikenal sebagai manusia yang sempurna adalah Nabi Muhammad saw. Manusia yang paling sempurna, baik sebagai manusia mau pun sebagai seorang Rasul, yang datang membawa berkat yang akbar, wujud siapa telah menimbulkan kebangkitan kembali kerohanian dan dengan demikian telah menghidupkan kembali dunia, Rasul yang beberkat itu, Khotaman nabiyin, penghulu para mutaqi, terbaik dari antara semua Rasul adalah Nabi Muhammad saw…” Dan syahadat Jamaah Ahmadiyah adalah “Asyhadu anlaailaaha illallaah wa Asyhadu anna Muhammadar Rosuulullaah”.

Dari kutipan ini, jelas bagaimana Jamaah Ahmadiyah meyakini dan memuliakan junjungan umat Nabi Muhammad saw. Jadi, nabinya Jamaah Ahmadiyah adalah Nabi Muhammad saw. Orang Islam yang tidak meyakini kenabian beliau saw. tidak layak disebut seorang muslim. Kemudian, siapa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad…?.

Di dalam keyakinan umat Islam, secara umum umat Islam meyakini bahwa Nabi Isa as akan turun di akhir zaman. Dan apabila kita “melintas”, agama nasrani pun memiliki keyakinan yang sama, yaitu sama-sama menunggu kedatangan kedua kali Isa as.

Dan NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, di dalam Mukhtamarnya yang ke III pada tanggal 28 September 1928 di Surabaya. Menegaskan bahwa “Kita wajib berkeyakinan bahwa Nabi Isa as itu akan diturunkan di akhir zaman nanti sebagai Nabi dan Rosul yang melaksanakan Syariat Nabi Muhammad saw dan hal itu tidak berarti menghalangi nabi Muhammad saw. sebagai nabi terakhir, sebab Nabi Isa as hanya akan melaksanakan Syariat Nabi Muhammad saw”.

Yang menjadi “persoalan” adalah apakah yang akan datang “kembali” ini merupakan “wujud” Isa yang pernah turun 2000 tahun lalu di tengah Bani Israil…? Dalam hal ini saya bukan bermaksud untuk “mencampur adukkan ajaran agama”. Tetapi ini hanya sebuah contoh saja perihal “kedatangan kedua kali seorang wujud suci dalam sejarah agama”.

Di kalangan Bangsa Yahudi, telah dinubuatkan bahwa Elia (Nabi Ilyas as) akan datang sebelum kedatangan Mesiah (Nabi Isa as) ke dunia ini. Kaum Yahudi tidak mau menerima Nabi Isa as karena Elia belum datang. Tetapi Nabi Isa as menjawab bahwa sebenarnya Elia sudah datang dalam wujud Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya as) dan ini bisa dilihat di kitab Matius 17 : 11-13.

Dan berkenaan dengan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, pada awalnya beliau memiliki keyakinan yang sama dengan umat Islam pada umumnya yaitu bahwa nabi Isa yang akan datang wujud yang pernah datang 2000 tahun yang lalu. Akan tetapi setelah Allah SWT “membukakan” kepada beliau makrifat bahwa Nabi Isa as telah wafat sebagaimana Nabi Allah pada umumnya, dan Allah SWT mengatakan bahwa beliau-lah “wujud” Isa yang akan datang ini. Maka beliau sampaikan hal ini kepada umat manusia di seluruh dunia, terlepas dari diterima atau difatwakan pendusta oleh manusia.

Kesimpulannya, Ahmadiyah adalah bagian dari Islam, oleh karena itu nabinya adalah Rasulullah Muhammad saw, ada pun Hadhrat Mirza Ghulam adalah “wujud” yang telah dipilih oleh Allah SWT sebagai Isa as yang turun di akhir zaman ini. Karena, baik Al-Quran maupun sejarah membuktikan bahwa Nabi Isa as. yang telah turun kepada Bani Israil telah wafat sebagaimana manusia pada umunya telah wafat.

Keberatan, tidak terima bahkan kebencian dari pihak manapun, mari kita diskusikan bersama karena diskusi perihal “perbedaan” pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. ketika didatangi oleh saudara-saudara Kristen dari Najran, yang tidak setuju dengan pendakwaaan beliau saw.

Mari kita budayakan DISKUSI… Love for all hatred for none, cinta kepada semua dan tiada benci kepada siapa pun.

Penulis: Bilal Ahmad Bonyan

Diedit dan posting ulang oleh Dendi Subendi, dari Kompasiana Tanggal 30 November 2010

Pages: 1 2 3 4

0 Responses to “Nabi Ahmadiyah…!”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Blog yang Saya Ikuti

Statistik Blog

  • 325,683 hit

IBX5A601C18C1153


%d bloggers like this: