Archive for the 'pola hidup Rasulullah saw' Category

Menyempurnakan Perjanjian

Rasulullah s.a.w. sangat menaruh penting ihwal asas menyempurnakan perjanjian. Sekali peristiwa seorang duta datang kepada beliau dengan tugas istimewa dan, sesudah ia tinggal beberapa hari bersama beliau, ia yakin akan kebenaran Islam dan mohon diperbolehkan bai’at, masuk Islam. Rasulullah s.a.w. mengatakan bahwa perbuatannya tidak tepat karena ia datang sebagai duta dan telah menjadi kewajibannya untuk pulang ke pusat pemerintahannya tanpa mengadakan hubungan baru. Jika sesudah pulang ia masih yakin akan kebenaran Islam, ia dapat kembali lagi sebagai orang bebas dan masuk Islam (Abu Daud, bab tentang Wafa bil-Ahd).

SUMBER:
Life of the Holy Prophert by HM Bashiruddin Mahmud Ahmad

Tenggang Rasa Rasulullah s.a.w. Terhadap Orang Yang Kurang Sopan

Rasulullah s.a.w. sangat lunak terhadap mereka yang karena tidak punya ajaran sopan- santun maka tidak mengetahui bagaimana seyogyanya membawakan diri. Pada sekali peristiwa, seorang Bedui yang baru saja masuk Islam dan sedang duduk- duduk bersama Rasulullah s.a.w. di mesjid bangkit, berjalan beberapa langkah, berjongkok di sudut mesjid lalu membuang air seni. Beberapa Sahabat bangkit hendak melarangnya. Rasulullah s.a.w. menahan mereka dan menjelaskan bahwa kalau itu diganggu maka dapat menjadikan orang itu malu dan boleh jadi akan memudaratkannya. Beliau mengatakan kepada para Sahabat untuk membiarkannya dan membersihkan tempat itu kemudian.

SUMBER:
Life of the Holy Prophert by HM Bashiruddin Mahmud Ahmad

Kekejaman Terhadap Hewan-Hewan

Rasulullah s.a.w. memperingatkan kaum beliau terhadap kekejaman terhadap hewan dan memperingatkan agar memperlakukan hewan-hewan dengan baik. Beliau seringkali menceriterakan contoh mengenai seorang wanita Yahudi yang dihukum oleh Allah Ta’ala karena membiarkan kucingnya mati kelaparan. Juga beliau sering menceriterakan ihwal seorang wanita yang melihat anjing kehausan dekat sebuah perigi yang dalam. Ia menanggalkan sepatunya dan dipakainya untuk mengambil air. Air itu diberikan kepada anjing yang kehausan itu. Amal saleh itu menarik pengampunan Ilahi atas semua dosa yang dilakukannya di masa lampau. Continue reading ‘Kekejaman Terhadap Hewan-Hewan’

Pesimisme

Rasulullah s.a.w adalah musuh pesimisme atau keputus-asaan. Beliau senantiasa bersabda bahwa barangsiapa menyebarkan rasa pesimis dikalangan anggota-anggota masyarakat, ia bertanggung jawab atas kemunduran bangsa; sebab, pikiran -pikiran pesimis mempunyai kecenderungan mengecutkan hati dan menghentikan laju kemajuan (Muslim, Bagian II, Jilid 2). Beliau memberi peringatan kepada kaum beliau terhadap kesombongan dan kecongkakan pada satu pihak dan terhadap pesimis di pihak lain. Beliau memperingatkan mereka supaya menempuh jalan tengah antara kedua ekstrim itu. Orang-orang Muslim harus bekerja rajin dan tekun dengan kepercayaan bahwa Tuhan akan memberkati daya upaya mereka dengan hasil yang sebaik-baiknya. Tiap-tiap orang harus berikhtiar untuk maju dan harus berusaha memajukan kesejahteraan dan meningkatkan kemajuan masyarakat, tetapi tiap-tiap orang hendaknya bebas dari perasaan sombong atau tiap-tiap kecenderungan kepada kecongkakan.

SUMBER:
Life of the Holy Prophert by HM Bashiruddin Mahmud Ahmad

Keingin Tahuan Yang Tidak Pada Tempatnya

Rasulullah s.a.w. senantiasa memperingatkan orang-orang terhadap ingin tahu yang tidak pada tempatnya dan supaya mempunyai sangka baik terhadap orang lain. Abu Hurairah meriwayatkan: “Rasulullah s.a.w. bersabda, Continue reading ‘Keingin Tahuan Yang Tidak Pada Tempatnya’

Kejujuran

Seperti telah diriwayatkan, Rasulullah s.a.w. sendiri begitu tegar dalam soal kejujuran sehingga beliau terkenal di antara kaum beliau sebagai “Orang Tepercaya” dan “Orang Benar”. Begitu pula beliau sangat berhasrat agar orang-orang Muslim menjunjung tinggi nilai kebenaran seperti beliau sendiri menjunjungnya. Beliau memandang kebenaran sebagai dasar segala keluhuran budi, kebaikan, dan perilaku yang benar. Beliau mengajarkan bahwa seseorang yang Muttaqi adalah orang yang teguh memegang kebenaran sehingga ia terhitung bertakwa oleh Tuhan. Continue reading ‘Kejujuran’

Rasulullah SAW: Perlakuan Terhadap Sanak-Saudara

Kebanyakan orang mengalami kegagalan bahwa jika mereka menikah dan mendirikan rumah tangga sendiri, mereka berangsur mengabaikan orang tua. Oleh karena itu Rasulullah s.a.w. sangat menekankan ihwal pahala berbakti dan mengkhidmati orang -tua serta memperlakukan mereka 5dengan baik lagi kasih sayang. Abu Hurairah meriwayatkan, “Seorang laki-laki datang menghadap kepada Rasulullah s.a.w. dan menanyakan Continue reading ‘Rasulullah SAW: Perlakuan Terhadap Sanak-Saudara’


AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 251,420 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup