Archive Page 2

Tenggang Rasa Rasulullah s.a.w. Terhadap Orang Yang Kurang Sopan

Rasulullah s.a.w. sangat lunak terhadap mereka yang karena tidak punya ajaran sopan- santun maka tidak mengetahui bagaimana seyogyanya membawakan diri. Pada sekali peristiwa, seorang Bedui yang baru saja masuk Islam dan sedang duduk- duduk bersama Rasulullah s.a.w. di mesjid bangkit, berjalan beberapa langkah, berjongkok di sudut mesjid lalu membuang air seni. Beberapa Sahabat bangkit hendak melarangnya. Rasulullah s.a.w. menahan mereka dan menjelaskan bahwa kalau itu diganggu maka dapat menjadikan orang itu malu dan boleh jadi akan memudaratkannya. Beliau mengatakan kepada para Sahabat untuk membiarkannya dan membersihkan tempat itu kemudian.

SUMBER:
Life of the Holy Prophert by HM Bashiruddin Mahmud Ahmad

Rasulullah: Keberanian

Beberapa contoh mengenai keberanian dan kewiraan beliau telah diceriterakan dalam bagian riwayat hidup beliau. Cukuplah kiranya di sini mengemukakan sebuah contoh. Pada suatu ketika, di Medinah tersebar luas desas-desus bahwa orang-orang Romawi sedang menyiapkan kesatuan lasykar yang besar untuk mengadakan pendudukan. Pada masa itu orang-orang Muslim selalu berjaga-jaga malam. Pada suatu malam suara gaduh datang dari arah padang pasir. Orang -orang Muslim berlari-lari keluar rumah mereka dan beberapa dari antara mereka berkumpul di mesjid dan menunggu kedatangan Rasulullah s.a.w. untuk mendapat perintah menghadapi segala kemungkinan. Segera mereka melihat Rasulullah s.a.w. datang berkuda, kembali dari arah suara-suara itu. Kemudian mereka mengetahui bahwa pada saat awal sekali suara tanda bahaya terdengar, Rasulullah s.a.w. telah menaiki kuda dan menuju arah datangnya suara itu untuk menyelidiki apa ada alasannya atas kekhawatiran itu. Beliau tidak menunggu orang-orang berkumpul untuk dapat berangkat bersama-sama. Ketika beliau kembali, beliau menjelaskan kepada para Sahabat bahwa tidak ada alasan untuk khawatir dan bahwa mereka dapat pulang ke rumah masing-masing dan tidur lagi (Bukhari, Bab Syuja’ah fil Harb).

SUMBER:
Life of the Holy Prophert by HM Bashiruddin Mahmud Ahmad

Toleransi Dalam Urusan Agama

Rasulullah s.a.w. bukan saja menekankan pada kebaikan toleransi dalam urusan agama, tetapi memberikan contoh-contoh yang sangat tinggi dalam urusan ini. Suatu perutusan suku Kristen dari Najran menghadap kepada beliau di Medinah untuk bertukar pikiran mengenai masalah-masalah keagamaan. Di dalam rombongan itu terdapat tokoh-tokoh gereja. Percakapan diadakan di dalam mesjid dan berjalan selama beberapa jam. Pada suatu saat perutusan itu minta izin meninggalkan mesjid dan mengadakan upacara kebaktian di suatu tempat yang tenang. Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa mereka tidak perlu meninggalkan mesjid yang memang merupakan tempat khusus untuk kebaktian kepada Tuhan dan mereka dapat melakukan ibadah mereka di situ (Zurqani).

Kekejaman Terhadap Hewan-Hewan

Rasulullah s.a.w. memperingatkan kaum beliau terhadap kekejaman terhadap hewan dan memperingatkan agar memperlakukan hewan-hewan dengan baik. Beliau seringkali menceriterakan contoh mengenai seorang wanita Yahudi yang dihukum oleh Allah Ta’ala karena membiarkan kucingnya mati kelaparan. Juga beliau sering menceriterakan ihwal seorang wanita yang melihat anjing kehausan dekat sebuah perigi yang dalam. Ia menanggalkan sepatunya dan dipakainya untuk mengambil air. Air itu diberikan kepada anjing yang kehausan itu. Amal saleh itu menarik pengampunan Ilahi atas semua dosa yang dilakukannya di masa lampau. Continue reading ‘Kekejaman Terhadap Hewan-Hewan’

Pesimisme

Rasulullah s.a.w adalah musuh pesimisme atau keputus-asaan. Beliau senantiasa bersabda bahwa barangsiapa menyebarkan rasa pesimis dikalangan anggota-anggota masyarakat, ia bertanggung jawab atas kemunduran bangsa; sebab, pikiran -pikiran pesimis mempunyai kecenderungan mengecutkan hati dan menghentikan laju kemajuan (Muslim, Bagian II, Jilid 2). Beliau memberi peringatan kepada kaum beliau terhadap kesombongan dan kecongkakan pada satu pihak dan terhadap pesimis di pihak lain. Beliau memperingatkan mereka supaya menempuh jalan tengah antara kedua ekstrim itu. Orang-orang Muslim harus bekerja rajin dan tekun dengan kepercayaan bahwa Tuhan akan memberkati daya upaya mereka dengan hasil yang sebaik-baiknya. Tiap-tiap orang harus berikhtiar untuk maju dan harus berusaha memajukan kesejahteraan dan meningkatkan kemajuan masyarakat, tetapi tiap-tiap orang hendaknya bebas dari perasaan sombong atau tiap-tiap kecenderungan kepada kecongkakan.

SUMBER:
Life of the Holy Prophert by HM Bashiruddin Mahmud Ahmad

Keingin Tahuan Yang Tidak Pada Tempatnya

Rasulullah s.a.w. senantiasa memperingatkan orang-orang terhadap ingin tahu yang tidak pada tempatnya dan supaya mempunyai sangka baik terhadap orang lain. Abu Hurairah meriwayatkan: “Rasulullah s.a.w. bersabda, Continue reading ‘Keingin Tahuan Yang Tidak Pada Tempatnya’

Kejujuran

Seperti telah diriwayatkan, Rasulullah s.a.w. sendiri begitu tegar dalam soal kejujuran sehingga beliau terkenal di antara kaum beliau sebagai “Orang Tepercaya” dan “Orang Benar”. Begitu pula beliau sangat berhasrat agar orang-orang Muslim menjunjung tinggi nilai kebenaran seperti beliau sendiri menjunjungnya. Beliau memandang kebenaran sebagai dasar segala keluhuran budi, kebaikan, dan perilaku yang benar. Beliau mengajarkan bahwa seseorang yang Muttaqi adalah orang yang teguh memegang kebenaran sehingga ia terhitung bertakwa oleh Tuhan. Continue reading ‘Kejujuran’


AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 244,606 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup