Adakah Rasulullah Berusaha Meneruskan Perang?

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya.

Dalam pertempuran yang sampai saat itu telah berlangsung,kaum Muslimin harus tinggal di Medinah atau pergi keluar agak jauh sedikit untuk menghadapi agresi kaum kufar. Kaum Muslimin tidak mengawali pertempuran-pertempuran itu, dan tidak nampak punya keinginan meneruskannya. Permusuhan biasanya hanya dapat berakhir dengan dua jalan – suatu persetujuan damai atau satu pihak tunduk terhadap pihak yang lain. Continue reading

Keputusan Sa’d Sejalan Dengan Bible

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari posting sebelumnya.

Sambil menoleh kepada Banu Quraiza ia mengajukan pertanyaan yang sama, dan mereka pun setuju. Maka dengan rasa malu ia menunjuk ke tempat Rasulullah s.a.w. duduk dan bertanya kalau orang-orang di sebelah situ pun bersedia tunduk kepada keputusannya.
Mendengar pertanyaan itu Rasulullah s.a.w. menjawab, “Setuju” (Tabari dan Hisyam). Continue reading

Banu Quraiza Dijatuhl Hukuman

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari posting sebelumnya.

Sekarang kaum Muslim dapat bernafas lega. Tetapi mereka masih harus membuat perhitungan dengan Banu Quraiza. Kaum Yahudi itu telah mencederai perjanjian dengan kaum Muslim dan hal itu tak dapat dibiarkan begitu saja. Rasulullah s.a.w. mengumpulkan pasukan yang telah letih itu dan menerangkan bahwa belum datang bagi mereka saat untuk istirahat. Continue reading

Lasykar Persekutuan Melarikan Diri

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari posting sebelumnya.
Tetapi rencana berbahaya itu telah digagalkan oleh Tuhan dengan cara yang sangat menakjubkan. Beginilah terjadinya. Seorang bernama Nu’aim, yang termasuk suku Ghafatan, tertarik hatinya oleh Islam. Ia datang dengan bala tentara kaum kufar, tapi terus mencari kesempatan membantu orang-orang Muslim. Continue reading

Pengkhianatan Banu Quraiza

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari posting sebelumnya.

Seperti telah kami katakan, Banu Quraiza itu ada dalam persekutuan dengan kaum Muslimin. Sekalipun bila mereka tidak ikut dalam pertempuran di pihak kaum Muslimin, sedikitnya diharapkan bahwa mereka itu akan menutup jalan musuh dari arah mereka. Oleh karena itu Rasulullah s.a.w. telah membiarkan sisi bagian kota itu tanpa penjagaan. Banu Quraiza mengetahui bahwa kaum Muslimin percaya kepada kejujuran mereka. Maka, ketika mereka memutuskan untuk menggabungkan diri kepada kaum Arab tercapailah suatu persetujuan bahwa mereka tidak akan menggabungkan secara terang-terangan, kalaukalau kaum Muslimin menjadi curiga dan mengambil langkah penjagaan di bagian kota pada sisi Banu Quraiza itu. Persetujuan itu suatu siasat busuk yang sangat berbahaya. Continue reading

Pertempuran Melawan Kekuatan Yang Jauh Lebih Besar

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya.

Kita telah mengetahui bahwa sesudah kaum munafik memisahkan diri di Uhud, jumlah prajurit Muslim yang masih tinggal di medan perang itu tujuh ratus. Perang Khandak terjadi hanya dua tahun sesudah Perang Uhud. Selama dua tahun itu tidak ada penambahan penganut Islam secara besar-besaran yang tercatat dalam sejarah. Peningkatan pada masa itu dalam jumlah prajurit Muslim dari tujuh ratus ke tiga ribu tak dapat diharapkan. Continue reading

Perang Khandak*

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya.

Suatu angkatan perang besar telah dibentuk di tahun kelima Hijrah. Kekuatan angkatan perang itu oleh ahli-ahli sejarah telah ditaksir antara sepuluh dan dua puluh empat ribu prajurit. Tetapi suatu lasykar gabungan dari berbagai suku Arabia tidak mungkin hanya sepuluh ribu. Dua puluh ribu agaknya lebih mendekati kebenaran. Mungkin sekali delapan belas atau dua puluh ribu. Kota Medinah yang akan digempur oleh pasukan gabungan itu adalah kota sederhana dan sama sekali tak sanggup membalas serangan gabungan dari seluruh Arabia itu. Continue reading