Kabar Wafat Rasulullah Sampai Ke Medinah

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya.

Desas-desus tentang wafatnya Rasulullah s.a.w. dan kabar ihwal cerai-berainya lasykar Muslim tiba di Medinah sebelum sisa-sisa pasukan Islam dapat kembali ke kota. Wanita-wanita dan anak-anak bagaikan gila menghambur dan lari menuju Uhud. Banyak di antara mereka mendengar kenyataan yang sebenarnya dari prajurit-prajurit yang pulang dari medan perang, lalu mereka ini kembali lagi. Seorang wanita dari suku Banu Dinar berjalan terus sampai akhirnya tiba di Uhud. Wanita itu telah kehilangan suami, ayah, dan saudara dalam perang itu. Menurut beberapa penutur, ia kehilangan pula seorang anaknya. Seorang prajurit yang pulang berjumpa dengan dia dan memberitahukan kepadanya bahwa ayahnya telah gugur. Ia menjawab, “Aku tak menanyakan ayahku. Katakan, bagaimana keadaan Rasulullah.” Prajurit itu tahu bahwa Rasulullah s.a.w. selamat, maka tidak segera menjawab pertanyaan itu, tetapi mengatakan pula bahwa saudara dan suaminya pun telah gugur. Tiap-tiap berita itu diterimanya dengan tenang, dan lagi-lagi ia bertanya, “Apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah?” Ungkapan itu ungkapan yang sangat ganjil, Continue reading ‘Kabar Wafat Rasulullah Sampai Ke Medinah’

Kemenangan Berubah Jadi Kekalahan

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari posting sebelumnya.

Dengan alasan itu mereka meninggalkan celah itu dan ikut galau dalam kancah pertempuran. Dalam lasykar Mekkah yang sedang melarikan diri termasuk Khalid bin Walid yang kemudian menjadi panglima Muslim besar. Matanya yang jeli jatuh pada celah sempit yang tak terjaga lagi itu. Yang masih menjaganya hanya tinggal sedikit, Khalid berseru memanggil panglima Mekkah lain, ialah Amr bin al-As, dan menyuruhnya melempar pandangan ke celah di belakangnya. Amr menengok ke belakang dan tahulah dia bahwa itulah kesempatan yang paling indah. Continue reading ‘Kemenangan Berubah Jadi Kekalahan’

Ketika Tsumamah bin Utsal Tidak Diakui Menyebut Diri Muslim

DI zaman Makkah, kehidupan segelintir pengikut Nabi Muhammad tidaklah mudah. Mereka adalah minoritas Muslim di tengah-tengah mayoritas penyembah berhala. Jumlah mereka pada tahun-tahun pertama ialah di bawah sepuluh, lalu meningkat menjadi puluhan orang.

Namun, hingga 13 tahun kemudian, jumlah mereka hanya ratusan dari 10 ribu lebih penduduk Makkah. Sebagai minoritas di tengah mayoritas orang yang membencinya, banyak sekali hak-hak orang Muslim yang tidak diakui, bahkan ditentang. Hak-hak ekonomi, hak-hak politis, hak-hak sosial, bahkan hak-hak pribadi. Contoh hak pribadi bersifat sosial yang ditolak ialah hak menyebut atau menamai diri dan kelompok. Continue reading ‘Ketika Tsumamah bin Utsal Tidak Diakui Menyebut Diri Muslim’

Perang Uhud

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari posting sebelumnya.

Tatkala kaum Mekkah melarikan diri dari Badar, mereka mengumumkan bahwa mereka akan menyerang Medinah lagi dan membalas kaum Muslimin untuk apa-apa yang diderita kaum Mekkah dalam perang; dan hanya setahun kemudian mereka benar-benar menyerang Medinah lagi, sekarang dengan kekuatan penuh. Mereka begitu merasa terhina dan jatuh kehormatan karena kekalahan sehingga para pemimpin Mekkah melarang keluarga mereka yang tinggal di garis belakang mengisi mereka yang gugur dalam pertempuran. Mereka menetapkan juga bahwa keuntungan dan kafilah-kafilah dagang akan dikumpulkan menjadi suatu dana perang. Oleh karena itu, dengan persiapan yang lengkap suatu bala tentara terdiri atas tiga ribu prajurit di bawah komando Abu Sufyan datang menyerang Medinah. Rasulullah s.a.w. bermusyawarah dan menanyakan kepada para pengikut, apakah mereka akan menghadapi musuh di dalam Medinah atau di luar kota Medinah. Beliau sendiri cenderung kepada pilihan pertama. Beliau memilih membiarkan kaum Muslim tetap di Medinah dan membiarkan musuh masuk dan menyerang mereka di rumah mereka. Continue reading ‘Perang Uhud’

Kabar Ghaib Agung Menjadi Sempurna

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari posting sebelumnya.

Saat berperang telah mendekat, Rasulullah s.a.w. keluar dari kemah kecil, di sana beliau lama mendoa, lalu beliau mengumumkan:

    “Musuh pasti akan binasa dan melarikan diri.”

Kata-kata itu diwahyukan kepada Rasulullah s.a.w. selang beberapa waktu sebelum itu di Mekkah. Jelas wahyu itu berhubungan dengan perang ini. Ketika kekejaman Mekkah mencapai puncaknya dan kaum Muslimin sedang berhijrah ke tempat-tempat mereka dapat hidup dengan aman dan damai, Rasulullah s.a.w. menerima wahyu dari Allah: Continue reading ‘Kabar Ghaib Agung Menjadi Sempurna’

Perang Badar

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari posting sebelumnya.

Sementara Rasulullah s.a.w. merencanakan untuk memberlakukan hukum praktis yang berguna bukan saja untuk kaum Arab di generasi beliau sendiri, tetapi untuk seluruh umat manusia seterusnya di zaman-zaman yang akan datang, kaum kufar Mekkah mengadakan rencana untuk berperang. Rasulullah s.a.w. merencanakan hukum yang akan membawa kaum beliau dan semua kaum lainnya kepada keamanan, saling menghormati, dan kemajuan; namun, kaum kufar Mekkah yang tidak bersahabat dengan beliau merencanakan kebinasaan tertib hukum. Continue reading ‘Perang Badar’

KAUM MEKKAH MENGADAKAN PERSIAPAN MENYERANG MEDINAH

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari posting sebelumnya.

Dan penuturan kejadian-kejadian itu jelas sekali bahwa mengendurnya permusuhan kaum Mekkah hanya untuk sementara. Para pemimpinnya sedang mengadakan persiapan untuk melancarkan serangan baru terhadap Islam. Para pemuka yang akan melepaskan nyawa meminta kepada yang masih hidup untuk bersumpah bahwa mereka akan meneruskan perlawanan terhadap Rasulullah s.a.w. dan para pengikut beliau. Kaum Medinah diajak untuk mengangkat senjata melawan kaum Muslimin dan diberi peringatan bahwa jika mereka menolak berbuat demikian, kaum Mekkah dan suku-suku sekitarnya akan menyerang Medinah, membunuh semua pria dan semua wanita mereka jadikan budak belian. Jika Rasulullah s.a.w. mengabaikan dan tidak berbuat apa-apa untuk mempertahankan Medinah, beliau akan memikul tanggung jawab yang sangat mengerikan. Oleh karena itu Rasulullah s.a.w. menerapkan suatu sistem pengintaian. Beliau mengirimkan regu-regu ke tempat-tempat di sekitar Mekkah untuk memberi laporan mengenai tanda-tanda kegiatan persiapan perang. Continue reading ‘KAUM MEKKAH MENGADAKAN PERSIAPAN MENYERANG MEDINAH’


Salurkan bantuan kemanusian anda melalui: Humanity First Indonesia (Yayasan Kemanusiaan Indonesia) di Bank Mandiri-
Jakarta Plaza Mandiri
Rek No.: 070.000.4366.618

Blog Stats:

  • 150,412 total pengunjung di blog ini

Klik ikon MTA dibawah untuk menyaksikan siaran TV nonstop tanpa tayangan iklan, menyiarkan keindahan Islam.

September 2014
M T W T F S S
« Mar    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Pengunjung Mulai Jam 15.15, 27 Oktober 2008

free counters
Enhanced with Snapshots

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 169 other followers