Peraturan-Peraturan Rasulullah Tentang Peperangan

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya.

Tetapi, ajaran Islam tidak hanya terbatas pada hukum-hukum yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an. Ajaran Islam mencakup juga peraturan-peraturan dan teladan yang diperagakan oleh Rasulullah s.a.w., atau apa yang diajarkan oleh beliau dalam keadaan-keadaan yang pasti merupakan bagian yang penting dalam ajaran Islam. Di sini kami tambahkan beberapa hadits mengenai masalah perang dan damai. Continue reading

Al-Qur’an Tentang Perang Dan Damai

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya.

Ajaran Islam lain dari ajaran kedua agama itu. Ajarannya ada di antara kedua ajaran itu. Islam tidak mengajarkan agresi seperti halnya ajaran Nabi Musa a.s.. Pula, Islam tidak seperti agama Kristen dewasa ini (yang mungkin telah rusak) mengajarkan hal-hal yang bertentangan satu sama lain. Islam tidak mengajarkan menyerahkan pipi sebelah lagi dan di samping itu menyuruh menjual pakaian kita untuk membeli pedang. Ajaran Islam sesuai dengan fitrat manusia dan memelihara perdamaian dengan satu-satunya cara yang mungkin dilakukan. Islam melarang agresi, tetapi mengajarkan kepada kita untuk berperang. Continue reading

Ajaran Yudaisme Dan Kristen Mengenai Perang

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya.

Tetapi masalah yang sekarang timbul ialah, apakah dapat dibenarkan berperang untuk agama? Oleh sebab itu marilah kita tinjau masalah ini. Ajaran agama mengenai masalah peperangan mengambil berbagai-bagai corak. Ajaran Perjanjian Lama telah kami bentangkan di atas. Nabi Musa a.s. diperintahkan memasuki negeri Kanaan dengan kekuatan senjata untuk mengalahkan penduduknya dan menempatkan kaumnya sendiri di situ (Ulangan 20: 10-18). Continue reading

Adakah Rasulullah Berusaha Meneruskan Perang?

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya.

Dalam pertempuran yang sampai saat itu telah berlangsung,kaum Muslimin harus tinggal di Medinah atau pergi keluar agak jauh sedikit untuk menghadapi agresi kaum kufar. Kaum Muslimin tidak mengawali pertempuran-pertempuran itu, dan tidak nampak punya keinginan meneruskannya. Permusuhan biasanya hanya dapat berakhir dengan dua jalan – suatu persetujuan damai atau satu pihak tunduk terhadap pihak yang lain. Continue reading

Keputusan Sa’d Sejalan Dengan Bible

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari posting sebelumnya.

Sambil menoleh kepada Banu Quraiza ia mengajukan pertanyaan yang sama, dan mereka pun setuju. Maka dengan rasa malu ia menunjuk ke tempat Rasulullah s.a.w. duduk dan bertanya kalau orang-orang di sebelah situ pun bersedia tunduk kepada keputusannya.
Mendengar pertanyaan itu Rasulullah s.a.w. menjawab, “Setuju” (Tabari dan Hisyam). Continue reading

Banu Quraiza Dijatuhl Hukuman

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari posting sebelumnya.

Sekarang kaum Muslim dapat bernafas lega. Tetapi mereka masih harus membuat perhitungan dengan Banu Quraiza. Kaum Yahudi itu telah mencederai perjanjian dengan kaum Muslim dan hal itu tak dapat dibiarkan begitu saja. Rasulullah s.a.w. mengumpulkan pasukan yang telah letih itu dan menerangkan bahwa belum datang bagi mereka saat untuk istirahat. Continue reading

Lasykar Persekutuan Melarikan Diri

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari posting sebelumnya.
Tetapi rencana berbahaya itu telah digagalkan oleh Tuhan dengan cara yang sangat menakjubkan. Beginilah terjadinya. Seorang bernama Nu’aim, yang termasuk suku Ghafatan, tertarik hatinya oleh Islam. Ia datang dengan bala tentara kaum kufar, tapi terus mencari kesempatan membantu orang-orang Muslim. Continue reading