Rasulullah Memanggilmu

Rasulullah s.a.w. meminta dengan sangat kepada kaum Muslimin agar selamanya ingat bahwa Allah s.w.t. itu Maha Agung dan mendoa kepada Dia untuk menyelamatkan mereka dari ketakhayulan-ketakhayulan kaum-kaum yang terdahulu. Sebelum lasykar Muslim tiba di Hunain, Kaum Hawazin dan sekutunya telah menyiapkan beberapa tempat penghadangan yang dari di situ dapat menyerang kaum Muslimin, seperti lubang perlindungan dan kedudukan -kedudukan penembak yang disamarkan seperti pada perang modern. Continue reading

Perang Hunain

Masuknya Rasulullah s.a.w. ke Mekkah itu secara tiba-tiba. Suku-suku di daerah sekitar Mekkah, terutama mereka yang di daerah Selatan, tidak mengetahui peristiwa itu sebelum beberapa waktu kemudian. Setelah kabar itu sampai kepada mereka, mereka mulainmengerahkan kekuatan mereka dan bersiap untuk berperang dengan kaum Muslimin. Continue reading

Ikrima Menjadi Muslim

Dan diantara mereka yang termasuk dikecualikan dari pengampunan umum, beberapa orang telah diberi maaf juga atas usul para Sahabat. Di antara mereka termasuk orang-orang yang diampuni adalah Ikrima, anak Abu Jahal. Istrinya seorang Muslim dalam hatib (belum berikrar terang-terangan). Ia mohon kepada Rasulullah s.a.w. agar mengampuni suaminya. Rasulullah s.a.w. berkenan memberi ampunan. Pada saat itu Ikrima tengah berusaha melarikan diri ke Abessinia. Istrinya mengejar dia dan dilihatnya bahwa dia hampir naik kapal. Ia memarahi suaminya, “Engkau mau melarikan diri dari orang yang begitu baik hati dan halus seperti Rasulullah s.a.w.?”
Continue reading

Rasulullah Mengampuni Musuh-Musuh

Sesudah segala upacara dan kewajiban usai, Rasulullah s.a.w. berbicara kepada orang-orang Mekkah, “Kalian telah menyaksikan betapa benar janji Tuhan itu telah terbukti. Sekarang, katakanlah, hukuman apa yang kalian harapkan atas kekejaman dan kekejian yang telah kalian lakukan terhadap mereka yang bersalah karena mengajak kalian beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa?” Continue reading

Ka’bah Dibersihkan Dari Berhala-Berhala

Rasulullah s.a.w. langsung menuju Ka’bah dan mengelilingi tempat suci itu tujuh kali dengan berkendaraan unta. Dengan tongkat di tangan, beliau mengelilingi rumah yang dibuat oleh Datuk Ibrahim dan puteranya Ismail a.s. untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi oleh anak-cucunya yang sesat telah dijatuhkan derajatnya menjadi tempat penyimpanan berhala-berhala. Rasulullah s.a.w. menghancurkan satu demi satu berhala-berhala yang berjumlah tiga ratus enam puluh buah yang tersimpan di dalam rumah itu. Continue reading

Mekkah Jatuh

Abu Sufyan tentu telah berpikir keras. Bukankah suatu perubahan besar yang sukar dipercayai telah terjadi dalam waktu hanya tujuh tahun? Dan, sekarang, sebagai pemimpin Mekkah, apa pula yang harus diperbuatnya? Apakah ia akan melawan ataukah lebih baik menyerah? Diharu-biru oleh pikiran-pikiran demikian ia tampak lupa ada orang yang memperhatikannya. Rasulullah s.a.w. melihat keresahan pemimpin Mekkah itu. Beliau mengatakan kepada Abbas untuk membawanya dan menjamunya malam itu sambil menjanjikan akan berjumpa lagi pagi hari keesokan harinya. Continue reading