AKANKAH NABI ISA TURUN DARI LANGIT?

MINTALAH FATWA PADA HATIMU

Mintalah fatwa pada hatimu, apakah yang kamu kerjakan termasuk bagian dari kebaikan ataukah bukan? Apakah dia termasuk bentuk ketaatan kepada Allah Ta’ala dan RasulNya ataukah bukan? Atau justru perbuatan tersebut akan mendatangkan murka Allah Ta’ala dan RasulNya.

MAKA TANYAKANLAH SEMUA ITU KEPADA HATIMU…

Kebaikan adalah apa saja yang dapat menenangkan hatimu dan menentramkan jiwamu, sedangkan keburukan adalah apa saja yang membuatkan hatimu ragu dan tidak tenang.
Continue reading ‘MINTALAH FATWA PADA HATIMU’

BAHAYA ZAMAN DAN PEMELIHARAAN NILAI-NILAI ISLAMI

Al-Qur’an Suci menyatakan: “Hai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum datang hari ketika tiada lagi jual-beli, tiada lagi persahabatan, tiada lagi syafaat di dalamnya. Orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.” (QS 2:255).

Seorang Muslim hendaknya selalu berupaya untuk mengikuti contoh teladan dari Rasulullah(s.a.w.). Walaupun beliau menjadi penguasa Arabia yang tak tertandingi, gaya hidup beliau adalah sangat sederhana dan tak sulit untuk mengikutinya. Sejauh hubungannya dengan dunia kebendaan kita hendaknya mempertanyakan keperluan hakiki untuk barang-barang materi. Kita hendaklah menghindari peminjaman uang dan pembayaran riba demi memiliki barang-barang mewah. Kita hendaklah makan sederhana dan baik serta hendaknya tidak membuang-buang makanan.

selengkapnya:
Continue reading ‘BAHAYA ZAMAN DAN PEMELIHARAAN NILAI-NILAI ISLAMI’

Manusia-Manusia Istimewa (bagian 3)

“Mereformasi satu orang saja adalah hal yang sulit.Namun Rasulullah saw mempersiapkan sebuah bangsa, yang memperlihatkan contoh keimanan dan ketulusan sedemikian rupa sehingga demi kebenaran yang mereka pilih dengan ikhlas, mereka rela membiarkan diri disembelih layaknya seekor domba. Memang benar bahwa mereka tidak lagi menjadi manusia-manusia bumi bahkan Nabi saw menjadikan mereka manusia-manusia Langit dengan ajaran, bimbingan dan nasehat beliau saw serta menciptakan dalam diri mereka sifat-sifat kudus. Inilah keteladanan yang layak untuk dicontoh yang Islam persembahkan bagi dunia dan hal ini karena reformasi dan bimbingan tersebut sehingga Allah Ta’ala, melalui nubuatan, telah menamai ‘Muhammad’ kepada Nabi saw. Melalui nama tersebut, beliau dipuji di dunia ini karena beliau memenuhi dunia ini dengan kedamaian, kerukunan, akhlak mulia dan perbaikan.”

selengkapnya:

Continue reading ‘Manusia-Manusia Istimewa (bagian 3)’

Kewafatan Nabi Isa as : Maksud dari ayat Rofa’ahullahu ilaih

Pembahasan yang sangat apik dan menarik sesuai tema. Silahkan anda simak pada video berikut dengan meng-klik link berikut:
Kewafatan Nabi Isa as : Maksud dari ayat Rofa’ahullahu ilaih

Manusia-Manusia Istimewa (bagian 2)

Beliau mengirimi surat permohonan bantuan kepada pasukan Muslim yang berada di berbagai wilayah yang luas dan sedang memerintah umat Kristen. Kaisar Romawi lalu mengirim pasukan besar lainnya. Abu Ubaidah terlebih dahulu berkonsultasi dengan para Jendralnya lalu memutuskan mengambil langkah strategis untuk sementara waktu meninggalkan beberapa kota dan wilayah yang sudah ditaklukan umat Islam. Mereka telah menerima pajak dari penduduk setempat yang semuanya non-Muslim, namun Abu Ubaidah (ra) mengembalikan semua penerimaan pajak tersebut kepada mereka yang jumlahnya ratusan ribu sambil berkata: “Karena sekarang kami sudah tidak mampu lagi melindungi kalian dan tidak dapat memenuhi hak-hak kalian, maka kami akan mengembalikan seluruh jumlah pajak yang telah kami terima dari kalian.”

Keadilan dan pengembalian akan kepercayaan tersebut membawa pengaruh besar kepada orang-orang non-Muslim itu sehingga semua orang Kristen di kalangan penduduk setempat melepas kepergian orang-orang Islam sembari menangis, dan memanjatkan doa dengan sepenuh hati agar Allah Ta’ala segera membawa mereka kembali dengan segera.

Inilah orang-orang yang karena hasil dari hidup bersama dengan Rasulullah (saw), telah menegakan standar kejujuran dan keadilan mereka sedemikian rupa, yang mana tidak pernah dibayangkan sebelumnya, bahkan sampai detik ini tidak ada seorang pun yang bisa melakukannya.

selengkapnya:
Continue reading ‘Manusia-Manusia Istimewa (bagian 2)’

Manusia Manusia Istimewa (bagian 1)

Pernah satu ketika Hadhrat Abu Bakr (ra) berselisih pendapat dengan Hadhrat Umar (ra). Mereka berdua berdebat cukup lama sampai-sampai nada suara mereka berdua meninggi karena kemarahan. Hadhrat Umar (ra) marah dan berbalik meninggalkan perdebatanitu. Selang beberapa lama setelah perdebatan itu berakhir, Hadhrat Abu Bakr (ra) mendatangi Hadhrat Umar (ra) dan meminta maaf karena dalam perdebatan tersebut, beliau menggunakan kata-kata yang keras dan nada suara tinggi. Tapi Hadhrat Umar (ra) menolak permintaan maaf tersebut. Hadhrat Abu Bakr (ra) akhirnya pergi menghadap Rasulullah (saw) menceritakan semua kejadian tersebut. Beliau ra berkata, “Wahai Rasulullah, antara saya dan Ibnul Khattab terjadi perselisihan, saya pun segera mendatanginya untuk meminta maaf, kumohon padanya agar memaafkan saya namun dia enggan memaafkanku, karena itu saya datang menghadapmu sekarang.”

Nabi saw lalu bersabda: يَغْفِرُ اللَّهُ لَكَ يَا أَبَا بَكْرٍ “Semoga Allah mengampunimu wahai Abu Bakr” sebanyak tiga kali. Sementara itu Hadhrat Umar (ra) mulai merasa menyesal dan malu serta menyadari kesalahannya. Beliau pun bergegas pergi ke rumah Hadhrat Abu Bakr (ra) untuk meminta maaf. Sesampainya di sana, beliau tidak menemukan Hadhrat Abu Bakr (ra) di rumah tersebut. Beliau pun akhirnya pergi menghadap Rasulullah (saw). Ketika Rasulullah (saw) melihat Hadhrat Umar (ra), wajah beliau (saw) memerah karena ketidaksukaan (kemarahan) beliau kepadanya (Umar). Melihat perubahan wajah Rasulullah (saw), Hadhrat Abu Bakr ra (merasa kasihan kepada Umar) memohon sambil duduk di atas kedua lututnya, يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ أَنَا كُنْتُ أَظْلَمَ “Wahai Rasulullah! Demi Allah sebenarnya saya-lah yang bersalah. [Maafkanlah Umar!]”6

Inilah kerendahan hati dan ketakutan beliau akan Tuhan. Hadhrat Umar ra pun telah menyesal dan datang untuk meminta maaf. Keduanya telah menyesal. Inilah kumpulan (Jemaat) orang-orang suci yang didirikan Rasulullah (saw), dan mereka yang hidup dalam kumpulan tersebut menjadi penerima ridha Allah Ta’ala.

selengkapnya:

Continue reading ‘Manusia Manusia Istimewa (bagian 1)’


AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 267,454 hit

IBX5A601C18C1153


aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup