FALSAFAH KEBANGKITAN AGAMA

Setiap Muslim, tanpa memandang golongan, mengimani Keesaan Tuhan dan kenabian Nabi Suci Muhammad(s.a.w.). Setiap Muslim mengimani bahwa Islam adalah agama terakhir bagi keselamatan umat manusia. Semua Muslim mengimani bahwa Islam akan terus memenuhi segala keperluan ruhani manusia hingga Hari Kiamat. Semua Muslim mengimani bahwa Syariat yang diwahyukan melalui Nabi Suci Muhammad(s.a.w.) adalah tak dapat berubah dan bahwa Al-Qur-an adalah tak dapat dicampur tangani dan tak dapat berubah bahkan hingga pada titik atau noktahnya. Orang-orang Muslim semuanya dinaungi keyakinan bahwa pendakwaan Nabi Suci Muhammad(s.a.w.) mempunyai keabsahan dan kewenangan hingga akhir umat manusia. Orang-orang Muslim dari setiap golongan beriman bahwa hanya melalui ikatan dengan Nabi Suci Muhammad(s.a.w.) maka cahaya kebenaran abadi boleh didapatkan. Segi-segi keyakinan yang mendasar ini dipunyai oleh semua orang Muslim tanpa kecuali. Continue reading

Menyempurnakan Perjanjian

Rasulullah s.a.w. sangat menaruh penting ihwal asas menyempurnakan perjanjian. Sekali peristiwa seorang duta datang kepada beliau dengan tugas istimewa dan, sesudah ia tinggal beberapa hari bersama beliau, ia yakin akan kebenaran Islam dan mohon diperbolehkan bai’at, masuk Islam. Rasulullah s.a.w. mengatakan bahwa perbuatannya tidak tepat karena ia datang sebagai duta dan telah menjadi kewajibannya untuk pulang ke pusat pemerintahannya tanpa mengadakan hubungan baru. Jika sesudah pulang ia masih yakin akan kebenaran Islam, ia dapat kembali lagi sebagai orang bebas dan masuk Islam (Abu Daud, bab tentang Wafa bil-Ahd).

SUMBER:
Life of the Holy Prophert by HM Bashiruddin Mahmud Ahmad

Tenggang Rasa Rasulullah s.a.w. Terhadap Orang Yang Kurang Sopan

Rasulullah s.a.w. sangat lunak terhadap mereka yang karena tidak punya ajaran sopan- santun maka tidak mengetahui bagaimana seyogyanya membawakan diri. Pada sekali peristiwa, seorang Bedui yang baru saja masuk Islam dan sedang duduk- duduk bersama Rasulullah s.a.w. di mesjid bangkit, berjalan beberapa langkah, berjongkok di sudut mesjid lalu membuang air seni. Beberapa Sahabat bangkit hendak melarangnya. Rasulullah s.a.w. menahan mereka dan menjelaskan bahwa kalau itu diganggu maka dapat menjadikan orang itu malu dan boleh jadi akan memudaratkannya. Beliau mengatakan kepada para Sahabat untuk membiarkannya dan membersihkan tempat itu kemudian.

SUMBER:
Life of the Holy Prophert by HM Bashiruddin Mahmud Ahmad

Rasulullah: Keberanian

Beberapa contoh mengenai keberanian dan kewiraan beliau telah diceriterakan dalam bagian riwayat hidup beliau. Cukuplah kiranya di sini mengemukakan sebuah contoh. Pada suatu ketika, di Medinah tersebar luas desas-desus bahwa orang-orang Romawi sedang menyiapkan kesatuan lasykar yang besar untuk mengadakan pendudukan. Pada masa itu orang-orang Muslim selalu berjaga-jaga malam. Pada suatu malam suara gaduh datang dari arah padang pasir. Orang -orang Muslim berlari-lari keluar rumah mereka dan beberapa dari antara mereka berkumpul di mesjid dan menunggu kedatangan Rasulullah s.a.w. untuk mendapat perintah menghadapi segala kemungkinan. Segera mereka melihat Rasulullah s.a.w. datang berkuda, kembali dari arah suara-suara itu. Kemudian mereka mengetahui bahwa pada saat awal sekali suara tanda bahaya terdengar, Rasulullah s.a.w. telah menaiki kuda dan menuju arah datangnya suara itu untuk menyelidiki apa ada alasannya atas kekhawatiran itu. Beliau tidak menunggu orang-orang berkumpul untuk dapat berangkat bersama-sama. Ketika beliau kembali, beliau menjelaskan kepada para Sahabat bahwa tidak ada alasan untuk khawatir dan bahwa mereka dapat pulang ke rumah masing-masing dan tidur lagi (Bukhari, Bab Syuja’ah fil Harb).

SUMBER:
Life of the Holy Prophert by HM Bashiruddin Mahmud Ahmad

Toleransi Dalam Urusan Agama

Rasulullah s.a.w. bukan saja menekankan pada kebaikan toleransi dalam urusan agama, tetapi memberikan contoh-contoh yang sangat tinggi dalam urusan ini. Suatu perutusan suku Kristen dari Najran menghadap kepada beliau di Medinah untuk bertukar pikiran mengenai masalah-masalah keagamaan. Di dalam rombongan itu terdapat tokoh-tokoh gereja. Percakapan diadakan di dalam mesjid dan berjalan selama beberapa jam. Pada suatu saat perutusan itu minta izin meninggalkan mesjid dan mengadakan upacara kebaktian di suatu tempat yang tenang. Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa mereka tidak perlu meninggalkan mesjid yang memang merupakan tempat khusus untuk kebaktian kepada Tuhan dan mereka dapat melakukan ibadah mereka di situ (Zurqani).

Kekejaman Terhadap Hewan-Hewan

Rasulullah s.a.w. memperingatkan kaum beliau terhadap kekejaman terhadap hewan dan memperingatkan agar memperlakukan hewan-hewan dengan baik. Beliau seringkali menceriterakan contoh mengenai seorang wanita Yahudi yang dihukum oleh Allah Ta’ala karena membiarkan kucingnya mati kelaparan. Juga beliau sering menceriterakan ihwal seorang wanita yang melihat anjing kehausan dekat sebuah perigi yang dalam. Ia menanggalkan sepatunya dan dipakainya untuk mengambil air. Air itu diberikan kepada anjing yang kehausan itu. Amal saleh itu menarik pengampunan Ilahi atas semua dosa yang dilakukannya di masa lampau. Continue reading